lesson.

banyak hal simpel tapi sulit dilakuin, banyak orang lebih memilih hal besar supaya diakuin orang lain, padahal yang paling penting itu bukanlah pengakuan orang lain, karena kalo mau impress orang lain ga akan ada cukupnya dan ga akan ada habisnya..

pengakuan yang paling susah didapat adalah pengakuan dari diri sendiri, kita mungkin bisa bikin orang terpesona dengan kita tapi kita belum tentu bisa bikin diri kita lebih baik dibalik hal besar yang kita lakuin..

selalu ada pengorbanan untuk hal yang lebih baik dan menjadi lebih baik itu bukan berarti harus diakui oleh orang lain, sampai berapa besar kamu sanggup untuk berubah tanpa harus diakui orang lain, cukup merendahkah kamu memperbaiki diri sendiri tanpa perlu ada yang tahu kecuali dirimu sendiri dan Tuhanmu..

disini saya selalu mencoba memperbaiki diri sendiri, salah satunya adalah merasa cukup dengan bersyukur, seseorang selalu dan selalu mengingatkan saya atas hal itu.. salah satu hal simpelnya adalah dengan tidak mengeluh..

saya bukan orang yang mudah mengeluh sebenernya, itu baguss. tapi saya biasanya selalu membutuhkan pengakuan orang lain dan itu SALAH.

kalo dipikir lagi, buat apa pengakuan orang lain? buat bikin imej bagus di mata orang lain? emang seberapa besar sih manfaat yang di dapat jika kita diakui orang lain? berharap o berharap orang yang tau itu menyebarkan imej kita?

heyy kita hidup ga dari imej orang, karena orang yang bijak cukup pandai melihat orang tanpa perlu menjudgenya..

orang yang jago menjudge orang lain saya yakin hidupnya ga biasa berkelana, di dalam kotak saja.

so apa maksud tulisan ini?

berkata bijak gampang, saya rasa semua orang bisa melakukannya, banyak kata-kata bijak di luar sana untuk di copy, tapi berbuat bijak tidak semudah mengatakannya..

merasa cukuplah, bersyukurlah, dan percayalah segala hal yang lebih baik akan datang ke kita..

kemudian, tuluslah..

tulus.. susah!

at least, try…

yang lebih susah lagi?

seimbang, haha, kenapa saya bilang gini.. karena saya tau satu hal baik di hidup saya datang tapi saya jadi sesuatu yang lain -___- , duh susahhh..

Advertisements

malam ngajakin ngalorngidul

Malam terlalu mengganggu privasiku hingga bisanya malam menguak semua perasaan ku. Untungnya Siang bisa berkompromi denganku, kalo tidak apa jadinya saat aku beraktivitas. 

Tapi jangan salah, sering juga aku berperang dengan Siang yang mencoba mengorekngorek atau membuka semua perasaanku, tapi seringnya aku menang melawan Siang. Itu pun dengan susah payah. Sudah aku bukan orang yang gampang fokus dan konsentrasi ditambah lagi yang seperti ini. Double. Tapi kalo Malam, baiklah aku menyerah. Apapun yang kulakukan takkan ada gunanya. 

Ahh siapa yang tanggung jawab kalo semua perasaan ini keluar dan tak tersampaikan? Aku memang menyukai Malam, tapi bisakah kita sedikit bekerja sama untuk menenangkanku saat kekasihku tidak di sampingku?

Sempit.

Otakku sempit
Pikiranku sempit
Bahasaku sempit
Pun dengan pengetahuanku
Tarik aku keluar dari lorong ini
Bawa aku ke kehidupan
Bawa aku ke dunia luar yang liar
Bawa aku ke dunia yang menakjubkan
Tunjukkan padaku cara semesta bekerja
Aku mungkin takut tapi aku mau tahu
Aku mau menjadi lapang
Tapi temani aku jangan biarkan aku dengan hampa melihat semua itu
Atau aku bisa tergoda dan tak kembali
Jiwa yang bebas di luar sana adalah anugerah
And I’ll take my risk ~

In a rush (2)

Hari itu siang sekitar jam 12.12, saat bukti pembelian tiket KAI yang aku pegang sedari tadi di motor menunjukkan waktu keberangkatan pukul 12.10.

…kereta Majapahit tujuan Jakarta telah siap diberangkatkan…

Pengumuman yang terdengar saat aku dan Dea memasuki arena parkir motor stasiun. Dengan berlari kemudian kita masuk ke stasiun dan menghampiri meja petugas.

“Pak tunggu. Pak tunggu…” ucapku tergesa-gesa dan panik.

“Kereta apa toh mbak?” Tanya petugas.

“Majapahit” jawab Dea sambil kutunjukkan bukti pembelian tiket yang berada di tangan.

“wah ini hampir berangkat” petugas langsung ikut berdiri dan masuk ke peron dengan aku mengikuti di belakangnya.

Sudah aku bayangkan aku akan dimarahi oleh para petugas kereta api di Stasiun Malang ini karena telat, tapi ternyata mereka malah ikut panik dan membantu. Entah karena aku perempuan atau karena memang kharakter orang Malang seperti ini.

“Tunggu…tunggu, satu lagi.” Teriak petugas kepada petugas lainnya yang siap memberi kode keberangkatan kepada masinis.

“Ayo, ayo, cepat. Tiketnya udah kan?” balas petugas keberangkatan.

“Tiketnya udah mbak?“ kata petugas pertama.

“Belum Pak, belum.“ Jawabku masih panik.

“Belum, belum, iso ora?“ yang diteruskan oleh petugas pertama yang ikut panik karena tingkahku.

“Cetak dulu, cetak“ jawab petugas keberangkatan.

Dengan langkah seribu, aku meminta petugas untuk mengantarkanku mencetak bukti pembelian tiket dengan mesin cetak tiket mandiri. Sesaat sebelum ke mesin cetak, aku ingat Dea! Sedihnya belum pamit sama sekali, jadi dari dalam peron yang dibatasi pintu kaca aku hanya melambaikan tangan dan memberikan dia kissbye, tak bisa berbuat banyak. Muah! Sesampai di mesin cetak, aku minta tolong petugas untuk didahulukan, akhirnya aku menerobos antrian dan dengan tangan gemetaran mulai mengetikkan kode booking. Karena salah menekan tombol, komputer pun eror dan petugas tidak tahu bagaimana mengembalikkannya, akhirnya aku menyerobot antrian sebelah.

“Bu, maaf Bu maaf, permisi ya, saya mau berangkat sebentar lagi.“ dengan mengambil alih mesin cetak tiket mandiri aku mulai memasukkan kode booking. Aku sempat berpikir, aduh kurang ajar sekali aku menyerobot seperti ini bahkan sebelum diijinkan aku sudah mengambil alih dan pasti aku akan dimarahi. Tapi ternyata aku salah lagi, Ibu itu malah mempersilahkan dengan kebingungan dan kemudian saat akusedang mengetik kode, Ibu itu pun ikut berkomentar.

“Oh begini ya caranya dek?” aku hanya mengiyakan. “Ini huruf semua ya dek?” Ibu itu pun kembali bertanya sambil menunjukkan beberapa huruf di secarik kertas. Aku bergumam dalam hati, bagaimana bisa Ibu ini bertanya dalam keadaan seperti ini, memangnya Ibunya tidak lihat aku panik gemetaran dan tergesa-gesa, harusnya Ibu juga marah karena sudah aku serobot antriannya. Tetapi akhirnya aku melihat kertasnya dan menjawab dengan lengkap.

Karena memang aku yang mudah panik, akhirnya tiket belum tercetak sempurna sudah saya tarik dan sedikit sobek. Setelah tiket diperiksa dan  diperbolehkan naik, kereta pun berangkat. Fiuhhh ! Terselamatkan. Karena tempat dudukku di gerbong pertama maka aku harus berjalan ke depan. Sesampainya di tempat duduk, aku mengeluarkan handphone dan kemudian pamit sama Dea. Beberapa saat kemudian handphone ku berbunyi dan dengan senyum mengembang aku membaca SMS balasan dari Dea.

Kita sederhana, tapi punya banyak cerita. Hati-hati ya, love you Sayang…

(M)alam

Kenapa malam itu cantik?
Kenapa begitu nyaman sama malam?
Kalo ga ada malam bintang atau bahan berpendar lainnya tidaklah indah.
Kenapa aku mencintaimu malam?
Tidak sekedar sedih tapi bahagia pun aku mencintaimu malam.
Apa kamu menutup ketidaksempurnaanku dengan gelapmu?
Atau karena aku yang datang dari kehidupan “gelap” maka menyatu denganmu?
Karena hidupku yang gelap kemudian aku merasa senasib denganmu?
Atau aku yang bandel dan nakal?
Kemudian aku merasa bebas denganmu?
Mengapa malam selalu menarik?
Selalu syahdu dan romantis
Ah, bahkan kau mengalahkan pujangga paling romantis!
Katakan, kenapa aku mencintaimu?

•desah’

Starting today.

We had a date, I stood you up
You tried to call, but I didn’t pick up
See I forgot about our plans, please forgive me for ruining your night so many times

I’m sorry, I know you’re mad
And I don’t wanna be like every other woman that you had
So I’m stoppin’ all the childish things,
Man, you mean too much to me
Your love is worth too much to lose

Man, I know I broke your heart,
Trustin’ me is really hard
But watch how quick I change my ways
Starting today (today)
Starting today (today)

I know that I’m the one to blame
You say every woman’s the same
But watch how quick I change my ways
Starting today (today)
Starting today (today)
Man, I’m starting today

I’m tired of playin’
the kiss and make-up game
And I apologize for the woman I became
If I could do it all again
I woulda helped my best friend
And I would throw away all my selfish ways

1435 H

Ramadhan tahun ini terasa cepat. Senang karena bisa berjumpa dengan ayah mama tetapi sedih harus berakhir. Tuhan, ijinkan kami bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan secara utuh.

Tuhan, terima kasih mengijinkan lebaran bersama ayah mama tahun ini setelah tahun sebelumnya tidak bersama.
Betapa sudah lamanya rasanya aku tidak bersama mereka. Tenyata mereka sudah pada tua.

Tuhan, terima lah ibadah aku, ayah, mama di bulan Ramadhan ini. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta bimbinglah agar selalu berada di jalanMu.

Kisah nafas yang bergulir dalam detik